ummu muslimah

Cukup Bagiku Allah…

Senyumanmu di Hadapan Saudaramu adalah Sedekah March 1, 2009

Filed under: islamic — ummu muslimah @ 10:55 AM

hatiRasulullah saw. bersabda, “Senyummu di muka saudaramu adalah sedekah,” dan bukan “Senyummu untuk saudaramu.” Dalam hadits di atas dipakai kata “muka“, kerana pada wajah terdapat banyak indra, dan ia merupakan gambaran hakiki seorang manusia. Oleh kerananya, sebuah senyuman yang tidak terlihat oleh saudara kita, tidak akan mempunyai erti dan tidak akan berkesan.

Senyuman adalah gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah seperti kilatan cahaya, seakan berbicara dan memanggil, sehingga hati yang mendengar akan terpikat. Senyuman yang dibuat-buat tidaklah sama dengan senyuman yang tulus ikhlas. Senyuman yang dibuat-buat adalah sebuah seni, tak lebih umpama sebuah plastik. Sedangkan senyuman yang tulus ikhlas adalah fitrah; ia ibarat bunga yang mekar di tangkaiya, indah dipandang mata, dan harum baunya, yang menjadikan jiwa terlena dan bersimpati.

Mengenai hal ini Rasulullah telah mengingatkan kepada kita dengan sabdanya, “Kamu tidak akan dapat membahagiakan orang lain dengan hartamu, tetapi yang dapat membahagiakan mereka adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia.” Lima puluh tahun yang lalu, penemuan ilmiah menyebutkan bahwa tumbuh-tumbuhan akan semakin subur manakala berada di tempat yang di situ terdapat alunan suara berirama slow, dan tumbuh-tumbuhan itu akan merasa “gembira” tatkala pemiliknya menyiraminya dengan air yang sejuk.23385679757458l

Namun sebaliknya, tumbuh-tumbuhan itu akan “menangis” tatkala ada yang memetik tangkai dan bunganya. Rasulullah saw. bersabda, “Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita pun mencintainya.” Jika demikian keadaan tumbuh-tumbuhan dan benda-benda padat, maka keadaan manusia yang telah diberi oleh Allah swt. nikmat berupa indra dan akal tentu lebih dari itu. Itulah rahsia yang tersimpan dalam diri manusia.

Manakala ia dapat menyingkap rahsia itu, Allah akan membukakan baginya penglihatan dan mata hati mereka yang lalai dan terlena dalam kemaksiatan. Dengan iman, perasaan, dan kekuatan ruhiyah, Islam mengubah banyak manusia dengan sebuah perubahan yang tidak dapat dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pembelajaran. Seorang da’ie hendaklah merasakan nikmat iman yang tulus ikhlas, sehingga ia dapat menembus batu sekeras apa pun dan dapat menumbuhkan pepohonan meski di tengah padang pasir yang gersang. Ia akan dapat mencetak khairu ummah (umat terbaik).

Kalau kita teliti, maka akan kita ketahui bahawa yang menyebabkan generasi pertama umat ini masuk Islam adalah senyuman yang tulus, pandangan yang teduh, pergaulan yang menyenangkan, dan ucapan yang berkesan.

Sumber: ‘Bagaimana menyentuh Hati, Abbas As-Siisi’

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s